Produksi 1,2 Juta Ton Metrik CPO, Perusahaan Sukanto Tanoto Jadi Pemain Penting di Industri Sawit Dunia

Sumber: asianagri.com

Indonesia dikenal sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia. Sebanyak setengah dari kebutuhan minyak sawit dunia dipenuhi oleh Indonesia. Bahkan di tahun 2016 saja, jumlah produksinya mencapai 34,5 juta ton. Asian Agri yang merupakan salah satu unit bisnis Sukanto Tanoto pun menjadi salah satu penyumbang minyak sawit terbesar di Indonesia.

Nama besar Asian Agri sebagai pemain penting dalam industri sawit Indonesia tidak lepas dari jumlah produksi tahunannya. Bagaimana tidak. Setiap tahunnya, unit bisnis Sukanto Tanoto ini mampu memproduksi minyak sawit mentah sebanyak 1,2 juta ton metrik. Tak mengherankan, salah satu unit bisnis grup Royal Golden Eagle (RGE) ini pun menjadi pemain penting dunia.

Asian Agri Sebagai Salah Satu Perusahaan Minyak Sawit Terbesar di Dunia

Kapasitas produksi tahunan Asian Agri yang mencapai 1,2 juta ton metrik per tahun membuat perusahaan Sukanto Tanoto tersebut menjadi salah satu produsen minyak sawit terbesar di dunia, khususnya di Asia. Besarnya kapasitas produksi Asian Agri ini juga tidak lepas dari luas lahannya yang mencapai 100.000 hektar ditambah 60.000 hektar dalam skema plasma.

Untuk memenuhi target produksinya, Asian Agri juga menjalin kerja sama dengan petani swadaya. Kerja sama ini pun membuat perusahaan Sukanto Tanoto tersebut bisa merasakan manfaat dari 41.000 hektar lahan sawit tanpa harus memperluas lahan.

Pengolahan sawit Asian Agri dilakukan dengan memanfaatkan teknologi canggih. Efisiensi produksi menjadi fokus perusahaan dalam menjalankan operasional produksinya. Kebijakan ini berlaku untuk semua pabrik Asian Agri yang berjumlah 20 unit. Tidak hanya itu saja, pabrik perusahaan Sukanto Tanoto tersebut juga menggunakan energi terbarukan dalam operasional produksinya.

Pemain Global yang Peduli Lingkungan dan Petani Swadaya

Selain dikenal sebagai salah satu produsen minyak sawit terbesar di Asia, Asian Agri juga dikenal sangat peduli terhadap kelestarian lingkungan. Kepedulian salah satu unit bisnis Royal Golden Eagle (RGE) ini tidak terlepas dari filosofi bisnis pendirinya, yakni Sukanto Tanoto.

Bagi Sukanto Tanoto, bisnis bukan hanya sekedar mengejar keuntungan materi. Bisnis yang dijalankan juga harus mampu memberi kebaikan bagi lingkungan sekitar. Prinsip inilah yang kemudian menjadi dasar filosofi bisnis grup RGE yang dikenal dengan istilah 5C (community, costumer, country, climate dan company).

Upaya Asian Agri dalam memberi kebaikan kepada lingkungan dilakukan dengan banyak cara. Selain dengan meningkatkan efisiensi produksi guna menekan emisi gas, unit bisnis Sukanto Tanoto tersebut juga membangun Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) di beberapa area operasinya.

Hingga tahun 2019, sebanyak 7 PLTBg Asian Agri sudah beroperasi. Angka tersebut ditargetkan masih akan terus tumbuh hingga 20 PLTBg hingga tahun 2020 nanti. Selain untuk memenuhi kebutuhan energi perusahaan, PLTBg ini juga dibangun untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat sekitar.

Komitmen Asian Agri untuk menjaga lingkungan juga ditunjukkan melalui kebijakan pencegahan deforestasi melalui perlindungan area HCV (High Conservation Value), HCS (High Carbon Stock), kebijakan zero burning (tanpa bakar) dan pengurangan emisi gas.

Perusahaan Sukanto Tanoto ini juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar, khususnya para petani sawit swadaya. Untuk membantu meningkatkan kesejahteraan para petani, Asian Agri menjalin kemitraan dengan para petani, khususnya dalam penyediaan bahan baku.

Selain itu, Asian Agri juga membantu para petani swadaya untuk meningkatkan daya saingnya dengan sertifikat ISPO. Melalui bantuan ini jugalah, perusahaan Sukanto Tanoto ini ingin mendorong para petani sawit agar mau menerapkan praktek pertanian yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *