“Dear Mamak, Meskipun Saya Dirantau, Rindu Dan Doaku Tidak Akan Pernah Terputus Untukmu”

 Begitu dahsyat ombak dan jalan yang menerjang “Dear Mamak, Meskipun Aku Dirantau, Rindu Dan Doaku Tidak Akan Pernah Terputus Untukmu”
(Gambar/instagram okyarisandi)

Mamak, hidup ini terasa berliku dan panjang. Begitu dahsyat ombak dan jalan yang menerjang. Tiada kakiku kokoh karna engkau yang mengajarkanku merangkak dan berjalan. Tiada daya dan upayaku bertahan karna mengingat pengorbananmu. Dan tiada pula keluh dan kesahku hilang karna cinta dan kasihmu yang terus dan masih akan terus membekas di otak dan dadaku.

Mamak, bila mereka berkata bahwa aku bahu-membahu tidak takut kegelapan tetapi yang aku takutkan bahu-membahu yaitu sesuatu yang ada dibalik kegelapan itu maka itu bukanlah aku, mamak. Jika mereka menafsir bahwa aku bahu-membahu bukanlah takut dengan ketinggian tetapi yang aku takuti yaitu sebuah kata jatuh. Dan bila mereka berfatwa bahwa saya bahu-membahu tidak takut kehilangan seseorang tetapi yang aku takuti yaitu kehilangan cintamu padaku maka itu juga bukan aku.

 Begitu dahsyat ombak dan jalan yang menerjang “Dear Mamak, Meskipun Aku Dirantau, Rindu Dan Doaku Tidak Akan Pernah Terputus Untukmu”

Mamak, saya bukan sekedar takut akan sesuatu yang ada dibalik kegelapan itu, melainkan saya juga takut berada dikegelapan karna dibalik kegelapan itu saya tidak akan bisa menatapmu. Mamak, saya bahu-membahu tidak hanya takut jatuh tetapi juga takut ketinggian karna semakin saya tinggi saya takut semakin jauh denganmu. Dan saya juga bukan sekedar takut dengan kehilangan cintamu meskipun bagiku itu tidak akan pernah terjadi namun yang paling saya takuti yaitu kehilangan dirimu.

Mamak, hari ini saya masih berjuang ditanah rantau. Aku tidak tau apakah takdirku lebih baik atau lebih jelek tetapi percayalah bahwa saya disini dalam keadaan baik dan sehat. Tidak berkurang sedikitpun. Mamak, kuharap engkau selalu diberikan kesehatan dan keselamatan. Tidak berkurang sedikitpun. Mamak, kuberharap engkau tetap tabah dan tabah karna disini rindu dan doaku tidak pernah terputus. Percayalah mamak, saya juga tidak ingin berlama-lama dirantau. Aku ingin secepatnya pulang kerumah. Bertemu dan memelukmu dengan penuh cinta dan kasih.