5 Hikmah Dari Dongeng Kkn Di Desa Penari

Kisah mistis KKN Di Desa penari yang digubah oleh akun anonim Simpleman masih menjadi perdebatan dan perbincangan dimedia sosial dan televisi karena sang penulis menggubah jalan dongeng dengan penuh penghayatan sehingga pembaca bisa merasakan apa yang dirasakan penulis dan apa yang dirasakan oleh bintang film dan aksara didalam cerita. Kisah-kisah mistis menyerupai kampung bunian ini seakan sudah mendarah daging ditubuh republik ini. Tetapi karna dongeng Gaib itu menyerupai irasional di tengah pesatnya perkembangan zaman, Kisah KKN di desa penari ini menciptakan sebagian orang tidak mempercayainya. Namun disitulah letak dongeng mistis ini semakin menarik. Terlepas fiksi atau non fiksi dongeng itu, ada pesan yang tersirat yang bersinar yang sanggup kita petik dari versi Widya, Nur dan dari analisa netizen perihal dongeng mistis ini.

  • Jangan Bicara Lancang dan Kotor
Kisah mistis KKN Di Desa penari yang digubah oleh akun anonim Simpleman masih menjadi perd 5 Hikmah Dari Kisah KKN Di Desa Penari
(Gambar/playbuzz.com)

Saat tetua
kampung, Pak Prabu mendapatkan penerima KKN, Salah seorang Peserta KKN, Widya menimpali
cerita Pak Prabu dengan kata-kata “kenapa desanya harus sepelosok ini”.
Demikian pula dengan wahyu yang selalu bicara seenaknya sama pak prabu dan juga
tidak sungkan menyampaikan Njing pada teman-temannya. Boleh jadi teman-temannya menganggap
itu biasa tapi kawasan atau tanah dimana kita mengucap kata bergairah itu mesti
dipertimbangkan. Karna setiap tanah dan kampung punya kearifannya masing-masing.

Tidak heran kalau dalam dongeng ini kita mendapati widya kesurupan dan wahyu menari dikampung bunian dipesta ijab kabul orang gaib. Wahyupun sempat merasakan makanan tersebut dan mendapatkan bungkusan makanan yang ketika hingga keposko KKN, Bungkusan yang semula dibalut dengan koran itu berkembang menjadi daun pisang dan dalam bungkusan itu tersisa kepala simpanse yang masih mengeluarkan darah segar sehingga menciptakan wahyu dan penerima KKN yang menyaksikan itu muntah. Boleh jadi Badannya sudah dimakan wahyu dan widya yang sudah hingga kekampung Bunian hingga menyisihkan kepala simpanse yang sebelumnya disangka kue. Untuk itu, kapanpun dan dimanapun kau berada tutur kata dan perilaku itu mesti dijaga dan dijunjung tinggi biar kau tidak mendapatkan malapetaka.

  • Jangan sekedar melihat seseorang dari tampilannya.

Bima, salah
seorang penerima KKN yang rajin beribadah sangat menyukai widya. Sampai rela
mencari mustika putih dikampung itu dengan catatan harus ngewe dengan bangsa
Bunian yakni Ratu ular yang sanggup melahirkan ribuan anak ular dengan sekali
berhubungan seksual. Itu sebabnya Bima sering keluar rumah dikala malam hari dan
balik pagi hari hingga suatu ketika widya memergoki Bima sedang bertelanjang
bulat dengan ular-ular disudut sinden hutan.

Sebelumnya wahyu
dan anton juga sering mendengar Bima mendesah dikamar dengan seorang perempuan
tetapi sehabis dipergoki bunyi wanita itu tidak ada. Yang ada hanya Bima
yang sedang onani sendirian. Untuk itu kalau kau bertemu dengan seseorang jangan
kau pandang menyerupai apa penampilan dan caranya menyikapimu tetapi tengok dan
pandanglah cara ia yang tetap dan terus konsisiten dalam perbuatan dan
kebaikkan.

  • Terberdaya oleh cinta
Kisah mistis KKN Di Desa penari yang digubah oleh akun anonim Simpleman masih menjadi perd 5 Hikmah Dari Kisah KKN Di Desa Penari
(Gambar/the-walking-dead-art.tumblr.com)

Naasnya, Ayu
yang mengetahui Bima menyukai  widya
tidak terimah sehingga nekad menemui pak prabu untuk meminta selendang putih yang
kata pak prabu sanggup memikat seseorang yang kita sukai. Kesimpulan ini didapat
saat nur mencari widya hingga kerumah pak prabu tetapi cuma menemukan ayu yang
keluar dari rumah pak prabu sambil membawa selendang putih. Bukannya menjawab
pertanyaan Nur, Ayu mala mencuekin dan meninggalkan nur yang bertanya. Dan ternyata
selendang putih itu milik kaum Bunian.

Dan berdasarkan analisa sebagian netizen, Ayu berhasil menarik hati dan berafiliasi seksual dengan Bima di posko tersebab Bima juga terpancing dengan azimat ayu. Padahal posko dan kampung penari pantang dinodai dengan maksiat. Dan tidak usang sehabis itu, Ayu dan Bima ditemukan kejang-kejang dikamar sehingga pihak kampus dan orangtua mereka membawa mereka pulang kerumah hingga karenanya tiga bulan kemudian Bima dan ayu pergi meninggalkan dunia.

Dan untukmu
yang sedang dilanda asmara atau ditolak cintanya jangan hingga menghalalkan
semua cara untuk mendapatkannya apalagi hingga berafiliasi dengan dukun dan
makhluk gaib, Ya Guys, Hehehe.

  • Ikuti Kata Hatimu
Kisah mistis KKN Di Desa penari yang digubah oleh akun anonim Simpleman masih menjadi perd 5 Hikmah Dari Kisah KKN Di Desa Penari

Sebelum keberangkatan,
widya dan nur merasakan firasat buruk. Bahkan kedua orang bau tanah mereka
masing-masing melarang jangan melakukan KKN di desa yang sebetulnya juga
tidak tersohor dan jauh kedalam hutan. Bahkan fenomena dalam perjalanan mengambarkan
bagaimana seorang pengemis menghadang kendaraan beroda empat mereka sambil menatap nur dengan
ekspresi; “jangan, jangan pergi”.

Dan sebenarnya
semua itu ada kaitannya. Jika seseorang akan mengalami sesuatu yang kurang
mengenakan maka seseorang itu akan mengeluarkan mulut yang tidak
menyenangkan. Kondisi kampung yang tidak tersohor dan berada disudut hutan. Pernyataan
orang bau tanah hingga pada fonomena yang bantalan menyerupai pengemis yang menghadang itu
menjelaskan bahwa firasat kita dalam keadaan buruk. Dan sebaiknya tetap minta kembali
pendapat dari orang bau tanah dan berdoa. Jika kata hatimu menyampaikan jangan maka
sebaiknya kau urungkan niatmu itu.

  • Jangan menyembunyikan sesuatu

Jika itu
adalah antara kau dengan ia atau antara ia dan ia maka itu tidak mengapa. Namun
jika itu wacana keselamatan bersama maka sesuatu yang kita lihat, dengar dan
ganjil disuatu kawasan maka sampaikan pada lingkaran kita karna itu semua
terkait dengan nyawa seseorang.

Seperti contoh; dikala nur melihat pengemis itu menyampaikan “tidak” dan dikala nur melihat penari di sepanjang perjalanan menuju kampung ditengah hutan dan ditengah malam. Bebaunan bunga melati sangat terasa menyengat tetapi nur mala merahasiakan itu. Demikian pula dikala mandi disinden, didalam kendi ada rambut-rambut bahkan busuk busuk hingga sebuah makhluk hitam bertubuh besar keluar. Tapi tetap dirahasiakan. Begitu juga dengan widya yang merahasiakan suara-suara abnormal menyerupai gamelan ditengah malam dan bahkan naasnya melarang nur menceritakan sesuatu yang sejatinya sudah tidak besar lengan berkuasa untuk nur simpan didada.

Barangkali kalau semuanya lebih terbuka semenjak awal semuanya tidakkan menjadi tragis dan semenakutkan ini karna semuanya sanggup bertukar fikiran. Namun semuanya telah terjadi dan ujung dari dongeng ini belum sanggup disimpulkan secara niscaya karna masih akan ada rentetan-rentetan dongeng yang dikemukakan. Namun kita sanggup memetik pesan yang tersirat dari versi dongeng yang sudah ada dan dari analisa yang kita lakukan sebelum nantinya kita menemukan dan mendapati pesan yang tersirat gres yang lebih terang dan kaya.