Tuan Erdogan Kembali Berselancar Di Tengah Ombak

Presiden Turkie, Reccep
Tayyip Erdogan kembali menjadi sorotan dunia internasional sehabis melaksanakan operasi
militer keperbatasan suriah untuk memukul mundur pasukan demokratis suriah (SDF)
yang didominasi pasukan separatis kurdi suriah yang telah menghipnotis Partai
Pekerja Kurdistan (PPK) Turkie untuk melaksanakan pemberontakan. Serangan yang
disebut Operation Peace Spring, Operasi perdamaian isu terkini semi itu telah berlangsung beberapa hari
sejak di proklamirkan oleh tuan erdogan di akun twitter pada rabu 09 Oktober
2019 kemudian yang kemudian diikuti oleh jet tempur dan artileri yang menggempur
seperatis kurdi di suria utara.

Melalui jean Calude Juncker Presiden Komisi Eropa menuntut
turkie untuk menghentikan  operasi
militernya dan mengancam tidak menawarkan tunjangan terhadap pengungsi suriah di
turkie. Demikian pula dengan Donald Trump yang meminta agar turkie segera
menghentikan itu semua. Dengan waktu yang bersamaan trump berhasil memobilisasi
parlemen Amerika Serikat untuk merancang undang-undang guna membekukan aset para
pemimpin turkie di paman sam.

Tidak ketinggalan perdana mentri Israel, Benjamin Netanhayu
menuding tuan erdogan melaksanakan pembasmian etnik kurdi. “Israel mengecam keras
invasi turki ke wilayah kurdi di suriah dan memperingatkan terhadap pembersihan
etnik kurdi oleh turkie dan kuasanya” kecam netanhayu melalui press release di
kantornya.

Namun bukan tuan erdogan namanya bila tidak piawaia berselancar
ditengah ombak. Tuan erdogan menangkis serangan Uni Eropa dengan mengancam
kembali Uni Eropa bila mencampuri kebijakan turkie maka turkie sebagai sebuah
negara strategis yang terletak diantara asia dan eropa akan membuka jalur bagi
pengungsi 3.6 juta korban jiwa peperangan dari suriah dan timur tengah  yang ditampung turkie menuju eropa.

“saya katakan lagi, bila anda coba menyampaikan operasi kami
disana sebagai invasi, kiprah kami sederhana, kami akan membuka pintu dan
mengirimkan 3.6 juta pengusi” Tegas tuan erdogan melalui pidato resmi pada
kamis (10/10) di ankara turkie.

Dan untuk menghadapi Amerika Serikat, Tuan erdogan telah
memberi sinyal bahwa ia akan segera tiba ke paman sam untuk bertemu dan kembali
bernegosiasi dengan trump wacana ketegangan-ketegangan yang tengah membadai sebab
semula trump menyerupai menawarkan restu kepada erdogan dengan cara menarik pasukkan
amerika serikat di suriah menjelang operasi militer turkie. Disinilah
kepiawaian erdogan uji dan kepicikan Trump tersorot.

Lalu bagaimana dengan rusia dan iran yang juga ikut serta
dalam kekacauan di suriah? Melalui serangkaian pertemuan dengan Vladamir Putin
serta Hassan Rouhani, Presiden Iran. Tuan erdogan berhasil menundukkan iran
sebagai pendukung setia rezim Bassar Assad di suriah. Sedangkan vladamir putin diyakinkan
melalui komitmen politik dan ekonomi menyerupai pembangunan pipa gas dan proyek
pembangunan listrik tenaga nuklir senilai US$ 20 milliar.

Kini tuan erdogan masih berselancar ditengah ombak, tentu saja
juga ada karang ditepi pantai. Tuan erdogan dapat saja tetap indah berselancar
hingga hingga kesebuah pulau harapan. Tapi dapat juga tergulung ditengah ombak
atau terdampar diujung karang. Semua resiko dan peluang ada dan tiada.
Mungkinkan peluang ada diraih dan resiko berusaha ditiadakan atau mala akan terjatuh
dan hancur karna terlalu sering dipuji ditengah ombak.