Kalau Bukan Jodoh, Kau Dapat Apa?

 Terus menjalani hari tapi begitu menyakitkan Kalau bukan jodoh, kau sanggup apa?
(Gambar/pesonapengantin.my)

Galau? Ingin kembali tapi tidak mungkin. Terus menjalani hari tapi begitu menyakitkan. Sudah, semua yang kau inginkan tidak selalu kau dapatkan alasannya apa-apa yang kau butuhkan tidak selalu menjadi apa-apa yang kau inginkan dimata semesta. Terkadang kepiluan kehidupan mesti kau jalani lantaran kau tidak selamanya menetap dibumi.

 Terus menjalani hari tapi begitu menyakitkan Kalau bukan jodoh, kau sanggup apa?
(Gambar/ateeqnabila.blogspot.com)

Lupakanlah, semua yang berlalu biarlah berlalu. Jangan kau panggil dan usik semua tentangnya melalui kode-kode stalking. Kamu terlalu indah untuk terus berada diantara kata berharap sehabis tersakiti. Jangan melulu siksa dirimu hanya lantaran sulit melupakan. Semua kenangan istimewa masih membekas dihatimu, demikianpula dengan perlakuan sadisnya yang kau anggap khilaf.

Cobalah kau pandang matanya, kau benar-benar tidak diinginkannya. Kamu hanya menjadi game baginya untuk melewati hari-hari yang begitu sepi. Itu sebabnya ia selalu eror dan menciptakan teror pada saat-saat yang tidak menentu. Dan bila ia sudah mempunyai kesibukkan dengan hal-hal gres maka dengan sekecap mata kaupun game over. Tidak peduli ia merasa menang atau kau kalah. Karna baginya kau hanyalah permainan yang boleh dituntaskan, boleh juga tidak dituntaskan.

 Terus menjalani hari tapi begitu menyakitkan Kalau bukan jodoh, kau sanggup apa?
(Gambar/ru.depositphotos.com)

Kini ia berusaha kembali dan kaupun bimbang untuk menyampaikan tidak karna kau masih berharap sanggup kembali mengukir kisah gres tanpa mengungkit kisah lama. Sudahlah jangan kau siksa dirimu pada orang yang menyiksamu dengan silet. Bukankah dadamu tercabik-cabik ketika ia menggoreskan cuka sehabis kata manis? Itu sungguh sadis dan kejam.

Dan kaupun masih terlukis bimbang karna ia tergambar serius. Ia berusaha mengajakmu untuk kembali menari diatas kasihsayang, maka kalau ia memang serius tuntutlah ia untuk melamarmu segera dan kalau ia memang tidak pernah memintamu kembali, Jangan pernah kau berkhayal tentangnya, lantaran kalau bukan jodoh, kau sanggup apa? Masih menanti? Percayalah antara jodoh dan ndeso itu hanya dipisahkan oleh sehelai benang.